Profile APPEKRAF (Ekonomi Kreatif)
Profile APPEKRAF (Ekonomi Kreatif)
I. GAMBARAN UMUM (ANALISIS DESKRIPTIF)
Berdasarkan data BPS tahun 2021, perekonomian Indonesia didominasi oleh
sektor ekonomi kreatif sebesar 18,02 %. Dari komposisi sektor ekonomi kreatif, ternyata subsektor kuliner menempati posisi terdepan penyumbang sektor ekonomi kreatif yang menunjukkan Indonesia memiliki ketergantungan (interdependency) yang sangat tinggi terhadap industri makanan dan minuman.
Sejalan dengan hal tersebut diatas, subsektor kuliner di Kota Pangkal Pinang menempati urutan pertama dalam pertumbuhan perekonomian pasca covid-19. Berdasarkan hasil kajian Litbang Bapperida tahun 2022 tentang pengembangan ekonomi kreatif Kota Pangkal Pinang maka ada 3 subsektor yang menjadi lokomotif penggerak 14 subsektor ekonomi kreatif lainnya. Ketiga subsektor yaitu subsektor kuliner, fashion dan kriya.
Bidang Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata Kota Pangkal Pinang terbentuk pada tahun 2020 dan secara bertahap diawali dengan pengajuan Naskah Dinas Peraturan Daerah tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Selanjutnya mulai dilakukan pendataan pelaku ekonomi kreatif secara manual namun hasil yang didapatkan tidak signifikan ditambah dengan adanya Pandemi Covid 19 pada tahun 2020–2021, membuat para pelaku ekonomi kreatif kesulitan dalam mempertahankan usahanya. Jika kondisi ini dibiarkan maka Pemerintah tidak dapat membantu para pelaku ekonomi kreatif dikarenakan minimnya data serta kurang akurat, terupdate dan tervalidasi.
Baca selengkapnya >>